Kelompok 12:
- Irawati Sesilia (131301012)
- Nur'ainun (131301014)
- Nur Hasanah Nasution (131301038)
- Putri Fatimah (131301036)
- Nabilah Farahdiba (131301106)
Teori ekologi Bronfenbrenner menjelaskan bagaimana sistem lingkungan memengaruhi perkembangan anak. Ada lima sistem lingkungan yang mencakup input mikro dan makro, yaitu:
- MikrosistemMikrosistem adalah lingkungan di mana seorang anak lebih banyak menghabiskan waktu di dalamnya dibandingkan dengan lingkungan yang lain. Dengan kata lain, mikrosistem merupakan lingkungan yang paling akrab dengan individu, seperti keluarga, teman sebaya, tetangga, teman sekolah, teman sepermainan, dll. Mikrosistem merupakan agen sosial yang paling memengaruhi kehidupan awal individu. Dalam mikrosistem, individulah yang berperan aktif mengelola lingkungannya, dan bersifat timbal balik.
- MesosistemMerupakan gabungan dari dua mikrosistem yang saling terkait, misal, peranan orangtua murid terhadap sekolah, pengaruh lingkungan bermain dengan prestasi sekolah, pengaruh prestasi terhadap interaksi sosial, dll.Contoh kecil dari pengaruh lingkungan bermain terhadap prestasi sekolah: Jika seorang anak berteman dengan kawan-kawan yang lebih banyak bermain daripada belajar, maka anak tersebut bisa dipastikan jadi malas belajar karena lebih senang bermain bersama kawan-kawannya dan dapat berimbas pada prestasi sekolahnya.Contoh lain, orangtua yang sibuk tidak selalu bisa menghadiri pertemuan di sekolah anak, akan sulit untuk mengikuti perkembangan anak di sekolah maupun perkembangan kebijakan sekolah lainnya, sehingga kepentingan orangtua, anak, dan sekolah tidak bisa sinkron.
- EksosistemFaktor dari luar yang secara aktif memengaruhi kehidupan individu, seperti lingkungan pekerjaan orangtua, kebijakan dewan sekolah, televisi, dll. Namun, pengaruh dari eksosistem tidak secara langsung menyentuh kehidupan anak. Misalnya, kebijakan sekolah yang membatasi kegiatan ekstrakurikuler dapat memengaruhi perkembangan kreativitas seorang anak. Jika tidak ada ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat anak, maka anak tersebut menjadi tidak semangat dan kurang berkembang skill-nya.Contoh lainnya, pengaruh televisi dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak dengan menjauhkan mereka dari pekerjaan rumah, mengajarkan mereka berbagai model agresi yang penuh kekerasan, dan memberi pandangan-pandangan yang tidak realistis terhadap dunia. Meskipun begitu, televisi juga dapat memberi program-program yang mengandung nilai-nilai edukatif, menambah informasi anak-anak tentang dunia diluar lingkungan dekat mereka dan memberi model-model prilaku prososial. Oleh karena itu orang tua harus selektif dalam menentukan program yang boleh ditonton oleh anak.
- MakrosistemPeran kultur (faktor etnis dan sosioekonomi) yang memengaruhi perkembangan individu. Misalnya, sesorang yang terbiasa dengan lingkungan yang homogen akan sulit untuk menerima keadaan saat ia harus masuk dalam lingkungan yang multikultur, karena ia sering dihadapkan dengan sentimen-sentimen etnis saat nilai-nilai yang ia anut selama ini bertentangan dengan nilai-nilai lingkungannya yang baru. Selain itu, jika seorang anak dibesarkan dalam setting lingkungan yang religius, dari dalam rumah, lingkungan bermain, hingga sekolah (misal: sekolah yang berbasis Islam Terpadu), maka anak tersebut bisa dipastikan akan meresapi nilai-nilai agama yang telah diajarkan lingkungannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- KronosistemMeliputi pemolaan peristiwa-peristiwa lingkungan dan transisi sepanjang rangkaian kehidupan dan keadaan sosiohistoris. Misalnya, dewasa ini, bisa memasuki perguruan tinggi dianggap sudah biasa dibandingkan dengan 20 atau 30 tahun yang lalu. Dengan sistem pendidikan yang sudah semakin berkembang dan banyaknya jalur untuk masuk perguruan tinggi memudahkan banyak orang untuk bisa menduduki bangku kuliah. Apalagi saat ini, jalur undangan untuk masuk perguruan tinggi negeri porsinya lebih banyak dibandingkan jalur tertulis. Siswa-siswi yang memiliki nilai yang stabil dan prestasi yang bagus, baik dari sekolah negeri, swasta, maupun SMK, berpeluang untuk mendapatkan undangan masuk PTN.
Globalisasi dan modernisasi juga memberi dampak dalam kehidupan individu. Anak-anak sekarang pada umumnya tidak asing lagi dengan teknologi dan tidak dapat dipisahkan dari peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya teknologi, semua urusan dapat cepat terselesaikan. Bandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, saat teknologi hanya satu atau dua yang bisa ditemukan. Orang-orang hanya menggunakan peralatan manual, sehingga lebih terasa perjuangannya dan lebih menghargai hasilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar