Jumat, 13 Juni 2014

Andragogi & Pedagogi


PENGERTIAN
Andragogi berasal dari bahasa yunani, "aner/andr" yang berarti dewasa, sedangkan "agogy" artinya memimpin/membimbing >>> Andragogi: ilmu dan seni membimbing orang dewasa. John D. Ingalls
memberi batasan pengertian andragogi sebagai :Proses pendidikan membantu orang dewasa
menemukan dan menggunakan penemuan-penemuan dari bidang-bidang pengetahuan yang
berhubungan dalam latar sosial dan situasi pendidikan untuk mendorong pertumbuhan dan
kesehatan individu, organisasi, dan masyarakat.


Pedagogi berasal dari kata "paed", yang berarti anak, yang kemudian dipadukan dengan kata agogy. Jadi pedagogi artinya adalah ilmu dan seni membimbing anak.

Perbedaan Andragogi dan Pedagogi
No
Asumsi
Pedagogi
Andragogi
1
Konsep tentang diri peserta didikPeserta didik digambarkan sebagai seseorang yang bersifat tergantung. Masyarakat mengharapkan para guru bertanggung jawab sepenuhnya untuk menentukan apa yang harus dipelajari, kapan, bagaimana cara mempelajarinya, dan apa hasilyang diharapkan setelah selesaiAdalah suatu hal yang wajar apabila dalam suatu proses pendewasaan, seseorang akan berubah dari bersifat tergantung menuju ke arah memiliki kemampuan mengarahkan diri sendiri, namun setiap individu memiliki irama yang berbeda-beda dan juga dalam dimensi kehidupan yang berbeda-beda pula. Dan para guru bertanggungjawab untuk menggalakkan dan memelihara kelangsungan perubahan tersebut. Pada umumnya orang dewasa secara psikologis lebih memerlukan penga- rahan diri, walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung.
2
Fungsi Pengalaman peserta didikDi sini pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik tidak besar nilainya, mungkin hanya berguna untuk titik awal. Sedangkan penglaman yang sangat besar manfaatnya adalah pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari gurunya, para penulis, produsen alat-alat peraga atau alat-alat audio visual dan pengalaman para ahli lainnya. Oleh karenanya, teknik utama dalam pendidikan adalah teknik penyampaian yang berupa: ceramah, tugas baca, dan penyajian melalui alat pandang dengar.Di sini ada anggapan bahwa dalam perkembangannya seseorang membuat semacam alat penampungan (reservoair) pengalaman yang kemudian akan merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri mau pun bagi orang lain. Lagi pula seseorang akan menangkap arti dengan lebih baik tentang apa yang dialami daripada apabila mereka memperoleh secara pasif, oleh karena itu teknik penyampaian yang utama adalah eksperimen, percobaan-percobaan di laboratorium, diskusi, pemecahan masalah, latihan simulasi, dan praktek lapangan.
3
Kesiapan belajarSeseorang harus siap mempelajari apapun yang dikatakan oleh masyarakat, dan hal ini menimbulkan tekanan yang cukup besar bagi mereka karena adanya perasaan takut gagal, anak-anak yang sebaya diaggap siap untuk mempelajari hal yang sama pula, oleh karena itu kegiatan belajar harus diorganisasikan dalam suatu kurikulum yang baku, dan langkah-langkah penyajian harus sama bagi semua orang.Seseorang akan siap mempelajari sesuatu apabila ia merasakan perlunya melakukan hal tersebut, karena dengan mempelajari sesuatu itu ia dapat memecahkan masalahnya atau dapat menyelesaikan tugasnya sehari-hari dengan baik. Fungsi pendidik di sini adalah menciptakan kondisi, menyiapkan alat serta prosedur untuk membantu mereka menemukan apa yang perlu mereka ketahui. Dengan demikian program belajar harus disusun sesuai dengan kebutuhan kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutan-urutan penyajian harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
4
Orientasi belajarPeserta didik menyadari bahwa pendidikan adalah suatu proses penyampaian ilmu pengetahuan, dan mereka memahami bahwa ilmu-ilmu tersebut baru akan bermanfaat di kemudian hari. Oleh karena itu, kurikulum harus disusun sesuai dengan unit-unit mata pelajaran dan mengikuti urutan-urutan logis ilmu tersebut , misalnya dari kuno ke modern atau dari yang mudah ke sulit. Dengan demikian, orientasi belajar ke arah mata pelajaran. Artinya jadwal disusun berdasarkan keterselesaian nya mata-mata pelajaran yang telah ditetapkan.Peserta didik menyadari bahwa pendidikan merupakan suatu proses peningkatan pengembangan kemampuan diri untuk mengembangkan potensi yang maksimal dalam hidupnya. Mereka ingin mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya hari ini untuk mencapai kehidupan yang lebih baik atau lebih efektif untuk hari esok. Berdasarkan hal tersebut di atas, belajar harus disusun ke arah pengelompokan pengembangan kemampuan. Dengan demikian orientasi belajar terpusat kepada kegiatannya. Dengan kata lain, cara menyusun pelajaran berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau penampilan yang bagaimana yang diharap kan ada pada peserta didik.
Kelemahan pedagogi: anak-anak yang memiliki bakat atau minat tertentu tidak selalu bisa menyalurkan minat/bakat mereka karena semua pelajaran sudah ditentukan oleh kurikulum, sistem sekolah, dan guru yang ada, sehingga mereka kurang mengeksplorasi diri mereka sendiri.

Kelebihan pedagogi: menyambung mata rantai kebenaran yang diajarkan dari masa lalu secara turun temurun.

Kelebihan andragogi: peserta didik tahu apa tujuannnya dalam mencari ilmu dan dapat mengembangkan diri mereka sendiri
Kekurangan andragogi: peserta didik diharapkan benar-benar mandiri dan bersikap dewasa, serta harus bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang dilakukannya. Bagi peserta didik yang belum siap dengan metode ini mungkin akan mengalami kesenjangan-kesenjangan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar